Safe Harbour Provisions
Kelonggaran transisi yang memungkinkan MNE menghindari perhitungan GloBE penuh untuk yurisdiksi berisiko rendah
Apa Itu Safe Harbour?
Transitional CbCR Safe Harbour adalah mekanisme kelonggaran yang diadopsi dari OECD Administrative Guidance dan dimasukkan dalam PMK 136/2024 serta PER-6/PJ/2026. Jika suatu yurisdiksi memenuhi salah satu dari 3 test, MNE tidak perlu melakukan detailed GloBE calculation untuk yurisdiksi tersebut pada tahun pajak berjalan — cukup menggunakan data CbCR (Country-by-Country Report) yang sudah dilaporkan.
Safe Harbour mengurangi beban compliance secara signifikan. MNE cukup menggunakan data CbCR (Country-by-Country Report) yang sudah dilaporkan — tanpa perlu mengumpulkan data GloBE secara detail (GloBE Income, Adjusted Covered Taxes, SBIE) untuk yurisdiksi yang memenuhi test. Ini sangat membantu terutama pada tahun-tahun pertama implementasi ketika infrastruktur data GloBE belum sepenuhnya siap.
Safe Harbour bersifat per yurisdiksi — artinya MNE dapat menerapkan safe Harbour untuk beberapa yurisdiksi sekaligus. Misalnya, jika MNE beroperasi di 15 negara dan 10 di antaranya lolos safe harbour, MNE hanya perlu melakukan full GloBE computation untuk 5 negara sisanya. Ini secara drastis mengurangi scope kerja compliance.
Tiga Test Safe Harbour
Satu dari tiga test berikut harus terpenuhi untuk yurisdiksi dianggap aman. Jika salah satu test terpenuhi, yurisdiksi tersebut dikecualikan dari GloBE computation untuk tahun pajak berjalan:
Test 1: De Minimis Test
Yurisdiksi dianggap memenuhi de minimis test jika kedua kondisi berikut terpenuhi berdasarkan data CbCR:
| Kriteria | Threshold | Sumber Data |
|---|---|---|
| Revenue | Kurang dari €10 juta | CbCR — kolom Revenue |
| Profit (P/L before tax) | Kurang dari €1 juta | CbCR — kolom Profit (Loss) before Income Tax |
Jika operasi MNE di suatu yurisdiksi sangat kecil (revenue < €10 juta dan profit < €1 juta), maka potensi top-up tax juga sangat kecil. OECD dan pemerintah Indonesia menganggap biaya compliance melebihi potensi pendapatan pajak untuk operasi yang demikian kecilnya. Catatan: kedua kriteria harus terpenuhi — jika revenue < €10 juta tetapi profit ≥ €1 juta, test tidak terpenuhi.
Test 2: Simplified ETR Test
Yurisdiksi memenuhi simplified ETR test jika Simplified ETR ≥ 15%:
Simplified ETR = Covered Taxes ÷ (P/L before income tax)
Kedua angka diambil dari data CbCR — Covered Taxes dari kolom "Income Tax Paid" atau "Income Tax Accrued" (sesuai ketentuan OECD), dan P/L before income tax dari kolom yang sesuai.
Simplified ETR dihitung dari data CbCR (sangat sederhana — hanya membagi dua angka). GloBE ETR memerlukan perhitungan GloBE Income (dengan GloBE adjustments) dan Adjusted Covered Taxes (dengan deferred tax adjustment, credit treatment, dll). Simplified ETR hanya digunakan untuk safe harbour test, bukan untuk perhitungan top-up tax sesungguhnya.
Pada FY 2027-2028, simplified ETR test memerlukan transitional adjustment — penyesuaian tambahan untuk memastikan simplified ETR tidak memberikan hasil yang berbeda signifikan dari GloBE ETR.
Test 3: Routine Profits Test
Yurisdiksi memenuhi routine profits test jika:
Profit (CbCR) ≤ SBIE (Substance-Based Income Exclusion)
Di mana SBIE dihitung menggunakan persentase transisi:
SBIE = (Payroll % × Payroll Costs) + (Tangible Assets % × Carrying Value)
Persentase payroll dan tangible assets mengikuti tabel transisi — lihat Tabel Transisi SBIE.
Jika seluruh profit di suatu yurisdiksi dapat dijelaskan oleh aktivitas substansial (gaji karyawan dan aset berwujud), maka tidak ada "excess profit" yang perlu dikenakan top-up tax. Operasi tersebut dianggap purely substance-based — profit yang dihasilkan proporsional dengan investasi riil. Misalnya, pabrik dengan 5.000 karyawan dan mesin senilai €100 juta menghasilkan profit €8 juta — jika SBIE ≥ €8 juta, test terpenuhi.
Tabel Transisi Safe Harbour
Safe harbour tersedia selama masa transisi dengan ketersediaan yang berbeda per periode:
| Periode | De Minimis | Simplified ETR | Routine Profits | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| FY 2025–2026 | Tersedia | Tersedia | Tersedia | Semua 3 test berlaku penuh — kelonggaran maksimal |
| FY 2027–2028 | Tersedia | Dengan transitional adjustment | Tersedia | Simplified ETR memerlukan penyesuaian tambahan |
| FY 2029+ | Tidak tersedia | Tidak tersedia | Tidak tersedia | Full GloBE computation wajib — tidak ada kelonggaran |
PER-6/PJ/2026 memperpanjang safe harbour untuk fiscal year yang dimulai pada atau sebelum 31 Desember 2026. Setelah masa transisi berakhir (FY 2029+), semua yurisdiksi harus melalui full GloBE computation tanpa kelonggaran — termasuk penghitungan GloBE Income, Adjusted Covered Taxes, dan SBIE secara detail per entity. MNE harus mempersiapkan infrastruktur data yang memadai sebelum safe harbour berakhir.
Persentase SBIE dalam Safe Harbour
Persentase SBIE yang digunakan dalam Routine Profits Test mengikuti tabel transisi yang sama dengan SBIE dalam perhitungan GloBE:
| Tahun Pajak | Payroll % | Tangible Assets % | Catatan |
|---|---|---|---|
| FY 2025 | 10% | 8% | Transisi — persentase tertinggi |
| FY 2026 | 9.8% | 7.8% | −0.2% |
| FY 2027 | 9.6% | 7.6% | −0.2% |
| FY 2028 | 9.4% | 7.4% | −0.2% |
| FY 2029 | 9.2% | 7.2% | −0.2% |
| FY 2030 | 9.0% | 7.0% | −0.2% |
| ...menurun bertahap... | ... | ... | −0.2%/tahun |
| FY 2033+ | 5% | 5% | Persentase permanen |
Contoh Penerapan Safe Harbour
Contoh 1: Lolos De Minimis Test
Data CbCR MNE di Vietnam:
- Revenue: €8.000.000 (kurang dari €10 juta — ✓ memenuhi)
- Profit (P/L before tax): €800.000 (kurang dari €1 juta — ✓ memenuhi)
Hasil: Kedua kriteria de minimis terpenuhi. Vietnam dikecualikan dari GloBE computation untuk tahun pajak berjalan. MNE tidak perlu mengumpulkan data GloBE Income, Adjusted Covered Taxes, atau SBIE untuk Vietnam — cukup menyatakan lolos de minimis test.
Contoh 2: Lolos Simplified ETR Test
Data CbCR MNE di Malaysia:
- Revenue: €50.000.000 (tidak memenuhi de minimis — revenue terlalu besar)
- P/L before income tax: €5.000.000
- Covered Taxes (CbCR): €800.000
Simplified ETR = €800.000 ÷ €5.000.000 = 16% (lebih dari 15% — ✓ memenuhi)
Hasil: Simplified ETR test terpenuhi. Malaysia dikecualikan dari GloBE computation. Walaupun revenue besar, ETR sudah di atas minimum — tidak ada kebutuhan untuk top-up tax.
Contoh 3: Lolos Routine Profits Test
Data CbCR MNE di Thailand:
- Revenue: €20.000.000
- Profit (P/L before tax): €3.000.000
- Payroll Costs: €15.000.000
- Tangible Assets: €20.000.000
SBIE (FY 2025: 10% payroll, 8% tangible) = (10% × €15.000.000) + (8% × €20.000.000) = €1.500.000 + €1.600.000 = €3.100.000
Profit (€3.000.000) ≤ SBIE (€3.100.000) — ✓ memenuhi
Hasil: Routine profits test terpenuhi. Thailand dikecualikan dari GloBE computation. Seluruh profit dapat dijelaskan oleh substansi ekonomi (payroll dan aset berwujud).
Contoh 4: Tidak Lolos Semua Test — Full GloBE Computation
Data CbCR MNE di Singapura:
- Revenue: €30.000.000 (tidak memenuhi de minimis)
- P/L before income tax: €10.000.000
- Covered Taxes: €1.000.000
- SBIE: €3.000.000
- De minimis: Revenue €30 juta ≥ €10 juta — Tidak lolos
- Simplified ETR: €1.000.000 ÷ €10.000.000 = 10% (< 15%) — Tidak lolos
- Routine profits: Profit €10 juta > SBIE €3 juta — Tidak lolos
Hasil: Tidak ada test yang terpenuhi. Full GloBE computation wajib dilakukan untuk Singapura — MNE harus menghitung GloBE Income, Adjusted Covered Taxes, ETR, SBIE, dan Top-Up Tax secara detail.
Non-Qualified Safe Harbour
Jika yurisdiksi tidak memenuhi salah satu pun dari 3 test safe harbour, maka:
- Full GloBE computation wajib dilakukan untuk yurisdiksi tersebut
- Perhitungan ETR dilakukan per entity (dalam yurisdiksi) kemudian diagregasi, bukan langsung dari CbCR data
- Memerlukan data GloBE Income (dengan GloBE adjustments), Adjusted Covered Taxes (dengan deferred tax adjustment), dan SBIE yang detail
- Top-up tax dihitung berdasarkan formula standar GloBE: (15% − ETR) × (GloBE Income − SBIE)
- Hasil perhitungan dilaporkan dalam GIC (GloBE Information Return)
MNE yang beroperasi di banyak yurisdiksi disarankan untuk memetakan seluruh yurisdiksi terlebih dahulu menggunakan CbCR data dan safe harbour test. Yurisdiksi yang lolos tidak perlu detailed computation. Hanya yurisdiksi yang gagal semua test yang memerlukan full GloBE computation. Pendekatan ini secara signifikan mengurangi scope kerja compliance.
Untuk detail perhitungan, lihat halaman Perhitungan ETR. Untuk regulasi Indonesia, lihat PMK 136/2024 dan PER-6/PJ/2026.